Antara Sabar dan Mengeluh Pada masa Tabi’ien ada seorang yang bernama Abdul Hasan. Suatu saat ia pergi haji ke Baitul Haram. Saat tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang wajahnya bersinar dan berseri. “Demi Allah, aku belum pernah melihat seorang wanita yang wajah secantik dan secerah wanita ini, pasti wanita ini tidak pernah risau dan bersedih hati sehingga wajahnya tetap bercahaya dan berseri.” Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abdul Hasan lalu ia bertanya, “Apa katamu hai saudaraku ?, Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati karena risau, dan tidak ada seorangpun yang menemaniku dalam hal ini.” Abdul Hasan bertanya, “Hal apakah yang merisaukanmu ?” wanita itu menjawab, “Aku mempunyai 4 orang anak, satu sudah menikah, dua sudah dapat bermain sendiri, dan satu lagi masih menyusui. Pada suatu hari suamiku menyembelih kambing korban. Ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, “Hai adikku...
Komentar
Posting Komentar